Gara Gara ini...Mendadak Jadi Desa Milyarder, Beli 176 Mobil Baru...


Sumber Serambi On TV

Sebuah desa di Tuban mendadak dijuluki kampung miliarder. Nama desa tersebut Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu.

Video warga borong mobil baru pun viral di media sosial. Setelah dikroscek berdasarkan mobil yang masuk ke desa iut ada sekitar 17 mobil baru dibeli warga sebagai kendaraan pribadi mereka.

Adalah Kepala Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Gianto yang berhasil memfasilitasi warganya hingga bisa kaya mendadak.

Tanah di desa bisa dijual dengan harga yang cukup menguntungkan saat dibeli PT Pertamina untuk dijadikan Kilang minyak Grass Roof Refinery (GRR).

"Satu rumah ada 2 sampai 3 mobil baru. Yang beredar video kemarin ada 17 mobil yang dikirim dari Surabaya dengan pengawalan polisi," ujar Kades Gianto saat ditemui di kediamannya, Senin (15/2/2021) sore.

Tak tanggung-tanggung, total ada 176 mobil baru yang sudah dibeli oleh warga sebagai kompensasi pembebasan lahan kilang.

Gianto menambahkan, selain mobil baru tidak terhitung mobil second yang dibeli warga. Pembelian kendaraan dimanfaatkan warga untuk berpergian satu keluarga.

Berbagai jenis mobil yang dibeli para miliarder Sumurgeneng.

Kloter terakhir sekelompok warga yang sebelumnya terlibat pro dan kontra harga lahan kilang hingga tahap konsinyasi di pengadilan.

"Mereka yang videonya viral berkelompok mulai penolakan hingga pengambilan uang konsinyasi. Mereka warga kami dan pendukung saya di Pilkades," imbuh Gianto.

Salah satu warga Sumurgeneng, Mulyadi juga telah membeli mobil baru, tapi datangnya bukan yang kemarin videonya viral. Mobilnya sudah datang 15 hari sebelumnya.

"Mobil baru saya sudah beli 15 hari yang lalu," katanya.

Perlu diketahui, Kilang minyak GRR yang ditargetkan beroperasi pada 2024 memiliki luas mencapai 1.050 hektar dengan rincian 821 hektar lahan darat, sedangkan sisanya lahan reklamasi laut.

Untuk kebutuhan lahan darat, tersebar di Desa Kaliuntu 6 bidang, 562 bidang di Wadung, 566 bidang di Sumurgeneng, Perhutani 1 bidang, dan di KLHK 1 bidang...

0/Post a Comment/Comments

Terima Kasih

Previous Post Next Post